Disaat aku berumur lima tahun, banyak teman-teman aku yang sudah boleh mengendarai sepeda. Melihat mereka boleh mengendarai sepeda, aku juga ingin mencoba mengendarai sepeda, tetapi aku sama sekali tidak tahu bagaimana caranya untuk mengendarai sepeda.
Aku memberi tahu orang tuaku, sehingga orang tuaku meminjam sepeda tetanggaku. Awalnya aku masih mengendarai sepeda yang beroda empat. Setelah berhasil mengendarai sepeda roda empat, orang tuaku memberiku saran supaya aku mencoba mengendarai sepeda yang beroda dua.
Aku mendengar nasihat orang tuaku dan mencoba untuk mengendarai sepeda tersebut. Pertama-tama aku merasa mengendarai sepeda beroda dua sangatlah susah, tetapi aku terus berlatih. Saat malam haripun aku tetap berlatih.
Pada saat itu, ada setumpuk pasir didepan rumah aku. Dari rumah tetanggaku aku melaju dan membelok kearah rumahku. Tiba-tiba aku terjatuh ditumpukkan pasir tersebut dan menangis. Aku menjadikan itu sebagai pengalamanku.